INDOMBRAIN

Halo invaders,

Minggu ini kita chit-chat bareng salah satu Bomber asal Palembang nih, karya-karya lorengnya yang banyak dijumpai di tembok jalan, cocok banget buat ngewakilin keresahan masyarakat soal pentingnya melestarikan salah satu Fauna asli Sumatera. Yak, siapa lagi kalo bukan Indombrain, si Harimau Gemuk yang kemarin sempet bikin tribute buat album barunya Tuan Tigabelas! Langsung aja yuk kita liat chit-chatnya…

Nama asli kamu?

Nama Saya Rahmat Fajar Pangindom biasa di panggil Indom

Tempat tinggal kamu sekarang?

Sekarang tinggal di kota Palembang

Kegiatan sehari-hari diluar status kamu sebagai street artist?

Saya full time artist,bekerja freelance sebagai mural artist, graffiti artist, digital illustrator, dan saya memiliki studiology sebagai tempat kumpul teman-teman creative art di Palembang

Sejak kapan & kenapa bisa tertarik sama street art?

Saya baru memulai karier sebagai pelaku street art sejak tahun 2014, sebelumnya saya mempelajari teknik menggambar dengan metode airbrush saat lulus SMA, sebagai pelampiasan hasrat di karenakan saya menempuh kuliah di jurusan guru olah raga, yang tentunya sangat bertolak belakang dengan hobi saya menggambar, karena pada tahun itu belum ada universitas di Palembang yang membuka jurusan tentang visual art, ditambah latar belakang ibu saya seorang guru, tentunya orang tua menginginkan jejak yang sama pada anaknya, terutama anak sulung seperti saya, untungnya setelah beberapa tahun saya menjalani kuliah yang bisa di katakan tidak sesuai dengan kehendak hati, akhirnya almarhum ayah saya membangun sebuah tempat yang sederhana di sebelah rumah, yang kini saya gunakan tempat tersebut sabagai studio tempt saya bekerja yang saya beri nama STUDIOLOGY, Jadi bisa dikatakan sejak kecil saya sudah gemar menggambar.

Siapa orang pertama yang ngenalin kamu ke dunia street art?

Orang pertama yang mengenalkan saya di dunia street art adalah temen-temen Esnyotigo, salah satu crew di Palembang yang saya kenal, berawal dari mereka yang sering main ke studio saya, dan saling sharing tentang hobi satu sama lain, lama kelamaan saya mulai tertarik mengenal dan belajar Graffiti yang sebenarnya sudah saya kenal sejak SMA, tapi waktu itu saya hanya bisa melihat karya graffiti di website Tembok Bomber. saya belum mengerti kalau di dunia graffiti ini ada crew dan semacamnya, tapi setelah kenal temen-temen dari Esnyotigo, saya baru mengerti kalau graffiti itu bukan hanya sebuah gambar di dinding, tapi memiliki arti yang cukup luas, hingga sampai saat ini saya masih berada di dunia graffiti, dan ternyata di Palembang ada banyak skali crew, dan temen-temen graffiti artist lain, dari situlah saya mendapatkan jejaring dan koneksi baru.

Siapa sih street artist yang banyak menginspirasi karya-karya kamu?

Street artist yang banyak menginspirasi karya-karya saya adalah Bless Smoke / Menaw dari GarduHouse, dengan karya-karyanya yang sudah tidak di ragukan lagi, tidak membuat dia menjadi sosok yang sombong.

Apa nama/Nick yang biasa kamu pakai di Jalan untuk menandai karya-karya kamu?

Nick name yang biasa saya pakai untuk menandai karya-karya saya adalah INDOMBRAIN

Kenapa kamu pakai nama tersebut? Apa ada historynya?

Saya menggunakan nama tersebut ya karena itu adalah nama belakang saya, dan memang menjadi panggilan saya di rumah, penambahan brain di belakang nick saya, yaa harapan saya bisa terus belajar menjadi konseptor dan memiliki otak yang cerdas dalam segala hal tentunya.

Kamu punya crew atau biasa gambar sendirian?

Untuk saat ini saya belum mempunyai crew, tapi saya sering bergabung dengan teman-teman untuk gambar bareng.

Kenapa bisa survive sampe sekarang di skena ini?

Saya bisa survive sampai saat ini di dunia street art karena menurut saya graffiti bukan sekedar menggambar, tapi sebuah pergaulan dan koneksi yang luas, dengan graffiti saya bisa mendapatkan teman, bukan hanya di Palembang tapi juga di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia, mengingat jejak saya di dunia street art graffiti ini masih sangat baru di bandingkan artis2 graffiti di luar sana yang sudah belasan bahkan puluhan tahun di dunia graffiti, selain itu yang membuat saya tetap bertahan di dunia graffiti adalah sebuah piala yang saya dapatkan dari kompetisi pada acara STREET DEALIN ke-9, piala itu mungkin piala yang sangat berarti bagi hidup saya di dunia graffiti ini, rasanya sayang jika harus meninggalkan dunia graffiti yang mungkin sudah saya sukai sejak tamat SMA dulu.

Menurut kamu, graffiti itu karya seni atau vandalisme?

Menurut saya graffiti itu bukanlah Vandalisme, karena sebuah karya Graffiti di buat dengan konsep dan tentunya modal yang cukup besar untuk sebuah karya yang kita tinggalkan di jalanan umum, yang kita tidak tau apakah besok atau hari berikutnya karya kita masih tetap bisa dilihat dan di nikmati oleh orang lain di tembok itu atau tidak, sedangkan Vandal menurut saya sebuah coretan yang juga terdapat di dinding, tapi mungkin tidak membutuhkan konsep atau modal yang besar untuk membuatnya, atau bisa dikatakan coretan yang tidak memiliki makna, kecuali bagi yang membuatnya dan disini keresahan mulai sering terjadi, orang umum bakhan sampai wartawan yang membuat berita terkadang salah arti atau tidak begitu mengerti perbedaan antara vandalisme dan karya seni.

Pengalaman paling kocak selama kamu bermain di dunia street art

Pengalaman paling kocak di dunia street art, pernah dimintain sama preman nulis nama dia sih pas lagi gambar, dan namanya itu kanyaknya kurang cocok deh klo di tulis di situ… hahaha

Kalo kamu dikasih kesempatan buat gambar di negara lain, dimana kamu pengen gambar? Kenapa?

Kalo ada kesempatan buat gambar di negara lain, ada bnyak sih sebenernya, kayak di Brazil, Inggris, Amerika, tapi di DUBAI kayaknya keren deh, apa lagi gambar digedung nya yg tinggi-tinggi itu. hehe

Warna yang paling kamu suka? Kenapa?

Warna yang paling saya suka itu kuning, karena warna kuning itu lucu, cerah, pokoknya enak aja kalo ngeliat warna kuning, kalo dicombine sama warna apapun kayaknya tetep asik gitu.

Sebagai street artist, apa sih sebenernya target yang ingin kamu capai?

Target atau Goals yang ingin saya capai sebagai street artist, saya ingin punya prusahaan yang bergerak dibidang creative art, biar bisa ngajak dan merangkul temen-temen yang punya hobi gambar apapun itu tapi bingung mau jadi apa dan masih bertanya apakah dia bisa hidup dengan seni? soalnya di Palembang bisa di katakan belum terlalu terbuka untuk memandang sebuah karya seni dan menghargai karya seni tersebut.

Selain street art, hobi apalagi yang kamu suka?

Selain street art saya juga hobi mainan, sekarang saya sedang mempelajari cara membuat action figure, diorama, dan patung

Darimana biasanya inspirasi datang?

Inspirasi sebenernya bisa datang dari mana saja dan kapan saja,tapi biasanya kalo saya dapet inspirasi dari berita, issue, media sosial, atau bisa juga dari keresahan pribadi, dan kebetulan hal ini terkait dengan character graffiti saya si Harimau gendut, karakter harimau gendut saya ambil dari keresahan saya terhadap hutan dan habitat harimau Sumatera dan sekarang dalam status terancam, yang membuat mereka harus lari ke pemukiman warna karena rumah mereka sudah di rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang membuat mereka susah untuk mencari makan, sehingga membuat mereka terlihat kurus dan kelaparan. Dari sini lah saya mengangkat character Harimau gendut, sejahtera, sehat, dan bahagia, sebagai slentingan atau sindiran untuk mereka para oknum perusak ekosistem.

Terakhir nih, gimana perkembangan street art di Indonesia sekarang menurut kamu?

Perkembangan street art di Indonesia sekarang sudah sangat jauh lebih berkembang, sudah mulai diterima dan dilirik oleh masyarakat sebagai sebuah keindahan karya seni yang bisa dinikmati di tembok-tembok umum pinggir jalan sampai lorong, bahkan street art juga sudah mulai dilirik industri dan pemerintahan sebagai karya anak bangsa yang bisa membawa nama Indonesia sampai mendunia lewat street art.

Boleh minta saran untuk temen2 yang baru mau belajar gambar dijalan?

Buat temen2 yang baru mau memulai atau mencoba menggambar di jalan, semangat terus, jangan mudah down Cuma karena diusir atau di marahin yang punya tembok, sebab itulah street art, dan Indonesia sangat membutuhkan generasi-generasi muda penerus street art Indonesia sebagai Regenerasi, karena SETIAP MASA ADA ORANGNYA, DAN SETIAP ORANG ADA MASANYA!

Wow, menarik banget nih cerita & pengalaman dari Harimau gendutnya Indombrain. Terima kasih sudah berbagi pengalamannya, semoga misi kamu untuk Campaign tentang pelestarian lingkungan & harimau Sumatera bisa semakin didengar oleh masyarakat yaa… keep painting INDOMBRAIN! Rawrrrr…